“Tadi aku ketemu Cheryl di taman kompleks, Bu.” Aku duduk di meja makan sambil tersenyum lebar-lebar. “Dan dia makin cantik!”
Ibu yang baru saja mematikan kompor spontan menoleh ke belakang. Matanya terbelalak, alisnya terangkat tinggi. “Beneran?”
“Iya, Bu! Iris matanya masih sebiru permata safir. Rambutnya yang ikal, sekarang udah panjang sepunggung. Dia bahkan masih pandai nari balet. Dan dia rela nari di atas rumput, tanpa alas k...