Tahun 1999 di Palembang, saya bersama lima orang teman—Laila, Nur, Nana, Zaldi, dan Qomar—menyewa sebuah rumah tua bergaya kolonial yang dulunya merupakan bekas rumah sakit bersalin demi menghemat biaya persiapan ujian dinas.
Kengerian memuncak pada tengah malam ketika Laila terbangun mendadak dalam panik karena merasakan tarikan tak kasat mata di bagian pinggang celana piyamanya, hingga mendapati celananya melorot sampai ke pergelangan kaki t...