Seorang anak sebatang kara yang hidup hanya berdua bersama Tuhannya kini sedang menatap sebuah mimbar dalam jantung orang orang yang berlenggak lenggok menawarkan jualannya.
Jualan mereka adalah seruan seruan yang begitu ia yakini mesti dibeli oleh semua orang agar memiliki baju yang sama seperti dirinya.
Dalam suaranya yang terjerat dalam, anak itu berseru.
"Sebuah opera dangkal sudah terputar cukup lama."
"Orang orang mengira langgam Tuhan telah ke...