Seorang santri unggulan sedang menyiapkan naskah dialog untuk dibacakan pada momentum perayaan Hari Kelahiran Sang Nabi di pondoknya.
Sesampai di tengah paragraf dimana jemarinya melukis aksara itu, tangannya mulai melemas, pena di tangannya pun terlepas.
Sembari menatap nanar melayang di udara, santri itupun merapalkan sebuah tanya dalam jantungnya seolah memanggil Sang Tercinta yang menatapnya dari surga.
"Jika aku nanti bertemu denganmu"
"Ak...