Seorang hamba dalam keheningan malam sedang berdiri teguh menghadap Tuhan.
Sunyinya suara dan angin sepoi mengiringi langkahnya sembari mengibaskan rambutnya di udara.
Ia hanya menghadap dan menengadahkan kepala sambil seolah matanya berkata, "Tuhan, kau yakin, Tuhan?"
Kini angin yang menemani perjamuan mereka melukiskan sebuah sajak dari jeritan batin sang hamba dan keputusan Tuhannya.
O thou sacred Night,
In these days I scarce do dance upon t...