A Most Earnest Letter to Those Who Brought Me Forth

Oleh: Dinda Kusuma Ati

Seorang gadis kecil sedang termenung sedih melihat luka luka masa kecilnya, namun hangat lembut pelukan dari dirinya yang dewasa perlahan menarik bibirnya sehingga terbentuklah senyum manis pada kedua bibir kecil itu lagi. 

Mereka berdua bersama sama, diiringi angin sepoi dan hangatnya mentari, mengukir sebuah sajak di tanah taman. 

Life, as I have known it, is like the sharing of morsels - hand to mouth.

Perchance ye remember - the olden tools of...

Baca selengkapnya →