Seorang gadis kecil sedang menyusuri belantara kabut. Sembari dia temui segala yang tergeletak di sana. Harapannya, cita citanya, bara api dalam sorot matanya, serta semuanya.
Ia kumpulkan satu persatu, perlahan penuh penghayatan. Sembari mulai ia mengukir sebuah pengakuan.
"Ku kira selama ini aku membuangmu,"
"Ternyata aku membuang suara kecil yang tertaut pada nyawaku. "
"Sayat luka dan percikan darah kecewa mengaburkan pandangan."
"Tapi, percayalah...