Hai... kaca kristalku!
Bagaimana?
Retakan di sana mengeluarkan darah, peluh dan air mata ya ?
Tak apa,
Ia tetap jadi yang kucinta.
Walau sejuta orang mengucapkan sumpah serapahnya,
Cantiknya akan tetap ku cari walau aku mesti mengais tanah dan reruntuhan.
Kaca kristalku, katakanlah padanya,
Tak pernah aku takut pada retakmu
Sebab aku juga penuh rapuh.
Suara nyaring pecahan kaca jiwaku sudah terdengar seperti melodi nocture, musik klasik kesukaa...