Senja di Bola Mata Hasan
Sejujurnya Hasan ingin sekali melepaskan diri dari Maimunah. Betapa tidak, dari awal mereka bersama tak pernah sekalipun Maimunah berucap rindu. Semakin hari Hasan merasa dirinya semakin berjarak dengan Maimunah, ucapannya tak lagi didengar, keberadaannya tak lagi dianggap ada, dan rindunya terabaikan.
“Mai, tak pernahkah terbesit rasa rindu di hatimu untukku?” ucap Hasan di suatu petang kala menemani Maimunah bersolek....