Aku melihatnya dari balik jendela: si ksatria pengembara berpakaian lusuh yang bersandar pada tiang sebuah kios buah. Di antara banyaknya gadis pencuci yang saling bergosip dan melirik ke arahnya, matanya hanya tertuju pada gadis pemain seruling di depan penginapan. Musiknya lebih merdu dari nyanyian burung, lebih lembut dari desahan dedaunan yang ditiup angin musim gugur.
Ketika musiknya selesai dimainkan, beberapa orang yang menonton .masin...