LENTERA APIARI KELANA

Oleh: Muhammad Hamdan Mukafi (Emhaf)

Aku hendak memasuki lorong berwarna biru sebab yang kurasakan hanyalah cubitan kecil. Namun, pendaran warnanya seolah memasang pagar besi meski tak terlihat wujudnya. Awalnya aku tak tahu kenapa lorong yang seolah memanggilku itu berhenti melambaikan tangan-tangan kecilnya. Ketika itu, kulihat samar-samar bayangan hitam yang melangkah menjauh di dalamnya. Aku tak tahu betul siapa itu, hingga kulihat caranya melangkah. Kepalanya tidak tertunduk, l...

Baca selengkapnya →