Hari itu cafe Andrew ramai. Tapi Andrew tidak terima dengan vibes keramaiannya. Sebab yang datang, banyak dari masa lalunya.
Mereka semua meremehkan Andrew. Sebab dulu ia penakut dan seorang pecundang. Bahkan pendapatan Andrew yang sudah tiga digit perbulan, tetap membuat mereka buta.
Mereka tetap melihat pria dengan satu putri tersebut, masih sama dengan pemuda lemah yang mereka kenal dulu.
Pandangan mereka tidak pernah berubah...