Di kuil megah yang dibangun dari emas, duduk jajaran dewa di atas altar dari batu mulia. Setiap bulan para pengikut memberi persembahan terbaik usai mati-matian membanting tulang; gandum, buah-buahan, sapi, emas, perak, perhiasan. Para dewa tersenyum.
Lalu mereka makan, minum dan menghias diri sampai puas. Dunia yang mereka ketahui hanyalah aula emas di dalam kuil dan segala kemewahannya. Dunia di balik pintu kuil yang selalu tertutup rapat a...