Bagian 2: Yang Tersisa dari Hutan
(Sudut pandang: hutan itu sendiri)
Aku menjadi abu, melayang di atas kampung yang dulu kupayungi, jatuh perlahan di atap-atap seng seperti salju yang salah warna.
Sebelum itu, aku menjadi api — merambat dari akar ke akar, dari gambut yang sudah kering seperti kertas tua, menjilat semua yang kutumbuhkan selama puluhan tahun dalam hitungan jam saja.
Sebelum itu, aku menjadi kering. Tanahku yang biasa basah dan lembap...