Warung itu tidak punya nama. Orang-orang hanya menyebutnya "warung Bu De yang buka sampai pagi," meski sebenarnya buka dari pagi sampai pagi lagi — dua puluh empat jam, tanpa pernah benar-benar tutup.
Jam tiga pagi, cuma ada satu pelanggan: seorang sopir truk dengan mata merah dan bahu yang menurun, memesan kopi hitam tanpa gula seperti biasa.
"Belum pulang, Pak?" tanya Bu De, sambil menuang air panas.
"Masih jauh," jawab sopir itu singkat, padaha...