1991. Aku enam tahun, dan kau sudah bekerja lebih keras dari yang seharusnya untuk anak seusiaku.
Rumah kami waktu itu berlantai semen, dengan satu bohlam kuning di ruang tengah yang selalu dikelilingi kupu-kupu malam kalau musim hujan datang. Aku ingat suara TV hitam putih yang gambarnya sering bersemut, dan aku ingat, lebih jelas dari itu, suara pintu yang dibanting jam sepuluh malam, lalu ibu yang menangis pelan-pelan di dapur sambil tetap meng...