Ayah Lupa Lagi

Oleh: bomo wicaksono

Bagiku senja selalu datang dengan cara yang sama di perumahan ini. Dan aku selalu berdiri di depan kaca jendela, memandang matahari yang menghilang perlahan di balik deretan rumah yang bentuknya hampir sama.

"Ayah ... mandi dulu," sebuah suara lembut mengusik ketenanganku. Seorang gadis remaja di belakangku tersenyum sambil menyodorkan handuk.

Aku mengernyit. "Siapa kamu?"

Senyum gadis itu luntur dan tangannya turun perlahan. "Ayah lupa lagi. Aku Dy...

Baca selengkapnya →