365

Oleh: Indah Leony Suwarno

Hujan rintik-rintik berubah menjadi gerimis yang kian rapat dan deras, menghantam atap mobil dengan suara bising. Namun di dalam kabin, keheningan justru terasa begitu pekat.

Aksara mulai bercerita dengan suara yang gemetar, membuka luka lama yang selama satu dekade ini ia kunci rapat-rapat di dasar ingatan paling gelap. Ia menceritakan bagaimana kebodohan masa mudanya yang ingin diakui oleh lingkungan tongkrongan membawanya ke basemen ruko pengap...

Baca selengkapnya →