Anthoni, biasa dipanggil Toni, sejak kecil berharap membuka restoran makan keluarga yang besar. Dengan syair atau puisinya yang mempercantik tiap dinding restoran.
Ia ingin membangun keontetikan serta keunikan. Segalanya berjalan lancar. Toni adalah orang kaya, ia mendapat modal dari Rahmat, ayahnya. Tapi mendadak ia kini kesulitan untuk menulis puisi.
Tangan Toni bergetar. Dadanya berdetak sangat cepat. Sejak tadi ia kesal karena buntu ...