SEBUAH SENI UNTUK JATUH
Aku adalah Klaras, daun tua yang telah menguning. Pohon ini adalah rumahku dan pagi ini aku kembali merasa segar ketika sekumpulan embun beku mulai meleleh membasahi sekujur tubuhku. Matahari yang panas seakan tak terasa menyinari punggungku karena angin sepoi telah duluan membelaikan hawa sejuknya. Kini kudukku mulai terasa kaku kedinginan.
“Apa kabar, Klaras?” sebuah suara berbisik lembut di telingaku. Aku kenal betu...