"Kamu tidak mau memukulku?" suaranya bergetar. Rahasia kelam yang ia simpan bertahun-tahun itu akhirnya tumpah, bertelanjang dada di antara mereka.
Laki-laki itu tetap duduk di tepi ranjang. Tak ada gelas pecah. Tak ada bentakan. Hanya jemarinya yang saling bertaut erat—begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih.
"Kenapa kamu tidak marah?!" perempuan itu setengah berteriak, dadanya naik turun. Ia sudah bersiap untuk ledakan amarah yang menghanc...