Kala itu mati lampu. Dalam cahaya lilin, Roy memandangi layar handphonenya. Tertegun sejenak. Lalu, kembali berhenti. Berpikir sejak tadi cerita yang ia tulis selalu berubah secara karakteristik. Kadang karakter utamanya terlalu melankolis, tapi dalam beberapa kalimat ia terlihat optimis.
Roy sudah lima belas tahun menulis, tapi selalu berada di papan bawah. Jiwanya memberontak. Roy menggeliat dan ingin berlari ke atas, menyusul sejawatny...