"Mbak, Vitacimin Kiwi satu ya, less sugar 50%, normal ice."
Aku tersenyum saat memesannya. Padahal ini bukan minuman kesukaanku. Rasanya asam dan manis — rasa yang asing, tapi entah kenapa membekas.
"Mbak, Vitacimin Kiwinya sudah jadi."
Aku mengangguk dan duduk di pojokan, spot favorit seseorang saat bersamaku, setiap kami berjalan bersama.
Aku mengirim pesan pada seseorang yang berjarak ratusan kilometer dariku, "Mila, i miss you so bad, jadi aku ...