Yang Tak Sempat Kukatakan

Oleh: Alan Kurniawan

Hujan turun sejak pagi, seakan langit ikut bersekongkol. Aku tiba di kafe tempat kami biasa bertemu lebih awal dari janji, memilih meja dekat jendela, lalu memangku tasku. Di dasarnya, sebuah kotak kecil berlapis beludru terasa seperti batu. Sudah tiga hari ia di sana. Aku belum punya keberanian untuk memberikannya, apalagi membuangnya.

Arya datang terlambat sepuluh menit. Wajahnya pucat, jaketnya terlalu longgar untuk badan yang dulu berisi. Ia m...

Baca selengkapnya →