Karya Pertama

Oleh: Rere Valencia

‎

‎Laras sejak tadi terus mencari. Ia merasa tulisan pertamanya lebih berharga, ketimbang seluruh karya terkininya yang ia anggap sampah.

‎

‎Perpaduan estetika antara diksi puitis dan plot berkelas. Sejak dulu Laras berpikir, kapan lagi ia bisa menulis seperti itu.

‎

‎Kini tulisannya hanya memenuhi satu syarat saja. Kadang puitis, tapi biasa saja secara plot. Meski orang lain tak menilainya begitu.

‎

‎Terkadang plotnya luar biasa, hanya ...

Baca selengkapnya →