Jam weker menyadarkanku akan kehidupan yang harus aku mulai. Mataku terbuka menatap silau cahaya lampu. Ia menatapku kembali seakan mengejek diri ini. Aku segera mematikan jam weker. Bisingnya membuat ku pusing.
Aku terduduk di tepi rasa nyaman dan kehidupan terletak di bawah kakiku. Jika aku turun maka saat itu kehidupan akan segera dimulai sebelum berakhir atau berakhir sebelum memulai.
Tubuhku merenggang seperti manusia karet. Rasanya aku pernah...