Palang kayu yang menyilang itu tergeletak setelah muka pintu diterjang oleh lima orang besar dan tegap. Mereka melihat pria kurus itu. Tulang keringnya lebih rapuh dari kursi kayu yang jadi takhta kekalahannya.
"Al?"
Pria itu tak menjawab. Tak menggeliat. Tak bernapas.
Tangan pria itu diborgol dengan ketat. Borgol kepolisian. Baju pria itu koyak sampai yang tersisa hanya sedikit kain yang menutup pusar dan pinggang. Wajah pria itu, bahkan kekasihnya...