Dua Bola Mata

Oleh: Kunta Wijayandanu

Dua Bola Mata

Sungguh, benar-benar lengang, kosong melompong. Tidak ada keliar maupun lenggang di jalan-jalan dan pasar, tidak ada sama sekali. Yang ada hanyalah syak wasangka berkembang di benak mereka yang menerka-nerka.

Terlebih setelah Kades Madukara belakangan sering keluar malam, baik berkendara maupun jalan kaki sebelum kemudian sesekali menemui saya. Sebagai orang terdekat dengan kediktarorannya, tidak ada saya merasa gemetar apalagi takut ...

Baca selengkapnya →