1 Jejak Rasa

Putri Rafi
Chapter #5

STM

Now hush, little baby, don't you cry

 Everything's gonna be alright

Stiffen that upper lip up, little lady, i told ya Daddy's here to hold ya

through the night.

I know mommy’s not here right now and we don’t know why

We feel how we feel inside

Masih dalam keadaan setengah sadar, Fira mendengar suara-suara seperti orang berlari, ada lagu rap yang disetel dengan volume kadang nyaring kadang pelan. Pintu dibuka lalu ditutup, tak lama pintunya kembali terbuka. Musiknya terdengar semakin nyaring dan sangat mengganggu, memaksa Fira untuk melek. Akhirnya ia membuka mata secara perlahan.

Fira menatap langit-langit kamar sambil bergumam “biru muda. Plafonnya warna biru muda, dikamarku warna putih. Berarti sekarang ada di?” Fira berpikir sejenak dan langsung duduk.

“Halo Fir... sorry, aku mau ambil baju.”

Fira terkejut, ternyata ada Lili. Cepat-cepat dia membuka lemari dan memilih baju. Di kamar yang Fira tempati ini memang terdapat dua lemari besar.

“Oh, Mbak Lili. Iya mbak enggak apa-apa...” Sahut Fira sambil memegang dahi.

Kepalanya sedikit pusing dan Fira kembali berbaring.

Usai mengambil baju , Lili menutup lemari dengan kasar. Suaranya beradu dengan suara musik yang nyaring. Keluar dari kamar pun, pintunya masih terbuka. Tidak Lili tutup kembali. Fira geleng-geleng kepala dengan kelakuan kakak sepupunya itu.

Fira beranjak dari kasur, ke dapur untuk mengambil air minum. Ia tak melihat bude dan pakdenya. Fira mendatangi Lili untuk bertanya.

“Bude-Pakde ke mana mbak?”

“Lagi ikut pengajian di mesjid depan, bentar lagi pulang kok.”

“Oh...” Fira menganggukkan kepala.

“Eh, aku mau jalan sama teman-teman. Biasalah malam mingguan, ke bioskop. Kamu sendirian dulu ya di rumah atau aku antar ke mesjid?”

“Enggak mbak, aku tunggu di rumah saja.”

“Benaran enggak apa-apa?” Tanya Lili dengan penekanan.

“Iya mbak, enggak apa-apa kok.” Jawab Fira.

“Oke kalau begitu.” Jawab Lili yang sedang memoles wajah.

Fira kembali ke kamar, mengambil handphone dan menyalakannya. Ada lima pesan singkat yaitu dari Nola, Siska, Roy, Brian dan Miko. Fira keluar kamar, duduk di bangku teras membalas pesan teman-temannya satu per satu.

Beberapa saat kemudian datang tiga buah sepeda motor dan berhenti di depan Fira, ada lima orang. Dengan penampilan khas ala anak kampus, Fira sudah bisa menebak kalau mereka teman-temannya Lili. Salah satu dari mereka, seorang perempuan berambut panjang yang diikat ekor kuda, turun dari motor dan bertanya ke Fira “Lili ada?”

“Ada di dalam mbak. Tunggu bentar ya, aku panggil.” Jawab Fira.

Fira masuk ke rumah memberitahu Lili “Mbak Lili... teman-temannya sudah datang.”

Lili keluar rumah datang menghampiri. “Ayo jalan!”

“Sebentar-sebentar Li, itu siapa?” Tanya salah satu teman Lili yang laki-laki, matanya mengarah ke Fira.

Fira mendengar pembicaraan mereka.

“Fira, sepupuku dari Samarinda.” Jawab Lili.

Lihat selengkapnya