1 Rumah 2 Cinta

Herman Siem
Chapter #19

Langit Gelap Diatas Rooftop

Sesenggukan ia menangis, sembab sudah wajahnya dengan deraian air mata kesedihan. Seraya terduduk berdeku ingin memohon pengampuan menghadap pada gelap malam pelataran Kota Jakarta berselimut gelap malam.

Berkaca-kaca dua mata, hati kian terketuk bersalah tidak terpejamnya sejak tadi. Tatapannyahanya melihat dari kejauhan, betapa agung dan penuh pemaafnya lafal Allah masih berdiri tegak diatas kubah masjid.

View city sungguh terlihat indah terbentang dengan berselimut gelap malam, disertai pijaran cahaya lampu redup menyamari setiap relung bangunan terasa sudah terlalu lelah menyombongkan kekokohannya.

"Bubur sulit sekali untuk kembali jadi nasi!" tandas menyindir nadanya.

Tidak tahu siapa yang mengizinkan Rosi sudah berani terduduk diatas papan ayunan, bebasnya angin malam mengajak bercanda dress warna salem. Rambutnya tergerai panjang bebas bergerak sana kemari diterjang semilir sentuhan halus dingin malam. Wajahnya sejak tadi seraya menebar sinis, katupan bibirnya berselimut lipstik merah muda sebentar akan makin menebar kesedihan buat Anisa.

Masih terduduk berdeku Anisa, terhenti kesedihannya tahu siapa yang tengah terduduk diatas papan ayunan dibelakangnya.

"Aku yakin Dokter itu menyimpan kenangan manis dengan kamu. Atau Dokter itu sudah menanam benih cinta yang berkepanjangan, sampai Dokter itu datang kembali hanya untuk menyakini kamu?"

Dua mata masih berkaca-kaca, masih tidak lekang pandangannya pada lafal Allah diatas kubah masjid seraya memohon keteguhan dan kesabaran untuknya.

"Andai itu benar terjadi, kamu sudah bohongi dirimu sendiri. Pantes saja Ibu mertuamu sampai detik ini tidak pernah terucap restu untuk merestui pernikahanmu dengan Rifan," belum habis-habisnya tudingan itu.

Beranjak bangun Rosi dari atas papan ayuanan, sekali tali besinya ditarik kedepan dan dilepaskan begitu saja membuat papan ayunan maju mundur.

"Apa diatas rooftop ini?! Kamu dan dia melakukan itu?!" ketus sekali pertanyaan Rosi.

Lihat selengkapnya