"Kukuruyukk ..." suara ayam penjantan berkokok panjang.
Tersenyum menahan berat kantuknya walau masih terasa sepat dua matanya sejak malam ia terjaga demi lelapnya tidur dua anaknya. Sekali ia menguap menahan berat rasa kantuk, tapi wajahnya tersenyum sumringah ketika dua liang kupingnya sudah dirasuki suara kumandangan memanggil adzan subuh.
Husapan itu masih terasa hangat, masih mengusap pipi wajah kedua anaknya masih terlelap dalam tidur pangkuan paha ibunya. Sekali bibirnya mengecup pipi kedua anaknya seraya mengetuk membangunkan, agar kedua anaknya segera terjaga bangun dari tidur.
"Kalian berdua lekas bangun. Adzan subuh sudah memanggil," bisikan itu pelan tapi jelas terdengar lembut halus dari bibir yang selalu mengumandangkan melantunkan kebesaran namaNya.
"Bu, semalam aku bermimpi kembali sekolah lagi," kata Carlos sekali menguap.
"Kalian berdua lekas mandi sana. Sebentar lagi sholat subuh berakhir," malahan dijawab Raharja.
Raharja hanya berdiri, relungnya kian terpanggil sedih jelas terlihat pada wajah anaknya seakan tegar sekali. Hanya menatap pintu kamar masih tertutup rapat, sedangkan anak dan kedua cucunya sejak dari tadi malam tertidur depan pintu kamar saja.
Beranjak bangun Anisa membantu memapah anak bungsunya berapa kali menguap, tandanya ia masih mengantuk sekali.
"Kakek, hari ini aku dan Niar naik odong-odong lagi?" tanya Carlos merajuk pada kakeknya.
"Hari ini kamu dan Niar libur main odong-odong. Kakek akan kasih kejutan buat kamu dan adikmu," sahut Raharja tersenyum.
"Kejutan? Kejutan apa Kek?" balik tanya Carlos penasaran.
"Namanya juga kejutan. Kalau dikasih tahu sekarang, bukan kejutan dong," jawaban Raharja tersenyum.
"Hahh!"
Ditariknya lengan kiri kakaknya oleh adiknya yang ingin mengajaknya segera mandi lalu sholat subuh.
"Ihhh! Niar! Sabaran dikit dong. Akukan mau tahu kejutan dari Kakek!" ditariknya lagi Carlos makin ikuti jalan adiknya didepan.
"Ayah?" __ "Sabar Anisa. Ayah tahu sejak wanita itu datang kerumah ini. Kamu selalu tidur depan kamar, walau kamar itu milikmu. Tapi wanita itu sudah merebutnya dari kamu. Jadilah penyabar dalam setiap kesulitan dan kesukaran yang sedang kamu hadapai. Karena doa istri penyabar akan selalu jadi doa mustajab yang akan didengar Allah. Allah seakan jadi pecemburu, bila hambanya selalu menjauh dariNya. Maka itu Allah selalu sayang pada hambanya dengan Dia memberikan setiap cobaan tapi diluar dari kekuatan hambanya menghadapi cobaan itu,"
Hanya tersenyum sendu menatap berkaca-kaca wajah ayahnya sepagi itu sudah menyirami relung hatinya berselimut kesedihan. Agar kesedihan itu segera beranjak pergi tidak lagi hanya selalu bertumpuh menggerogoti keyakinan Anisa.