1 Rumah 2 Cinta

Herman Siem
Chapter #26

Gendut Tubuhnya Rosi & Kemarahan Carlos

"Tidak seharusnya kamu merebut Carlos dari Anisa. Kasihan Anisa sudah kamu pisahkan dengan anaknya," kata Mirah rada tidak senang.

Anwar hanya menoleh kebelakang, jelas Carlos sedang terduduk dihadapan banyak sekali aneka menu makan malam. Tapi tidak biasanya ia malam itu tidak sedikitpun bernafsu menyantap makan malam itu. Hatinya seraya mulai teringat dengan ibu dan adiknya, biasanya ia makan bersama, tapi malam itu hanya makan sendirian.

"Om Anwar, kapan ajak aku pulang? Aku rindu Niar, Ibu dan Kakek?" tanya Carlos masih terduduk diatas kursi.

"Aku tidak mau makan, kalau tidak bersama Niar, Ibu dan Kakek,"

Dua tangannya sambil bersila depan dada, terlihat perutnya tidak lagi terlalu buncit kedepan. Wajahnya memasang masam kesal, andai saja dari awal Carlos tahu, bila ia diajak jalan-jalan sampai malam hari, mungkin Carlos akan menolak ajakan Anwar.

"Carlos, ayo makan. Nanti keburu dingin makan malamnya," rajuk Mirah.

Mirah sudah terduduk berhadapan Carlos wajahnya masih dipasang masam.

Tersenyum Mirah menoleh pada Anwar terduduk disamping Carlos tidak mau melihat wajah Anwar.

"Om Anwar, anterkan aku pulang! Aku hanya mau makan sama Ibu, Niar dan Kakek saja!" ujar Carlos makin pasang wajah masam.

"Kamu makan dulu, nanti setelah makan, baru Om akan antarkan kamu pulang," sahut Anwar sambil mengelus kelapa Carlos sekali.

Mirah tahu betapa sayangnya Anwar pada Carlos, tapi sesungguhnya lelaki yang baru kali ini ingin mengaku jadi ayahnya, sungguh sangatlah egois sekali.

Anwar tidak tahu bagaimana Anisa merawat dan membesarkan Carlos seorang diri, kini seenaknya saja Anwar merengut anak itu dari pelukan ibunya pasti akan sangat terpukul kehilangan meratapi rindu dalam kesedihan sepanjang harinya.

Carlos sudah luruh hatinya karena di janjikan akan segera diantarkan pulang setelah makan. Tapi lihat saja makan malamnya tidak terlalu lahap, hanya berapa kali suapan masuk kedalam mulutnya sudah terhenti.

Mirah menarik napas, merasa kasihan dan prihatin dengan Carlos, sampai membuat ia juga tidak nafsu makan dan apalagi Anwar makin tidak nafsu makan melihat anak sebenarnya itu.

***

"Hihh! Rifan! Siasain buat aku! Kamu jangan makan banyak-banyak! nanti setelan jas pengantin kamu tidak muat!" kata Rosi sambil mengambil sisa berapa potong ayam goreng dalam wadah piring ceper.

Raharja makin tidak bernafsu makan melihat tingkah Rosi, apalagi Anisa tidak satupun suapan sendok makan malam masuk kedalam mulutnya. Pikirannya pasti terjerat pada anaknya yang saat ini tidak tahu berada dimana, walau ia kini bersama dengan ayah biologisnya. Tetap saja hati perasaan seorang ibu, tidak akan pernah terbohongi dengan setulus kasih sayangnya, bila sejengkalpun tengah terpisah dengan anaknya, tidak akan bisa.

"Bu!" menguring juga Niar tidak mau makan.

Lihat selengkapnya