1 Wanita 3 Pewaris

Autami Anita
Chapter #2

Aku Mau Jadi Pacarmu

“Apa maksudmu?” tanyaku, setelah nge-lag selama beberapa detik, mencoba memahami ucapannya dan takut salah dengar. 

“Jadi pacarku saja–tidak usah banyak tanya.” Dia menatapku. Masih memegang tanganku. 

“Kenapa?” tanyaku lagi, cengkeraman tangannya di pergelangan tanganku mulai terasa menyakitkan. “Kenapa harus? Kenapa aku?”

“Karena kamu solusi paling efisien.”

“Aku bukan proyek.”

“Aku tahu.”

“Terus … kenapa?”

Kaivan menghela napas kasar, seolah mulai terganggu denganku. Dia melepas tanganku, tapi, tatapannya masih sangat dalam menatapku. “Nenekku umur 99. Di pesta ulang tahunnya yang ke-100, dia ingin melihatku membawa pacar.”

Aku tertawa kering. “Kenapa aku harus membantumu?”

“Kalau kamu jadi tunanganku,” katanya pelan, “tidak akan ada yang berani menyentuhmu. Tidak akan ada yang berani melakukan hal seperti tadi.”

Aku menggigit bibir.

“Dan kalau aku tidak mau?”

Dia menatapku lurus.

“Kalau begitu… kamu akan terus dihancurkan pelan-pelan.”

Jujur.

Kejam.

Tapi nyata.

Aku menunduk.

Semua tekanan itu—

Semua tatapan—

Semua hinaan—

Aku mengangkat dagu,  menatapnya tajam.

“Aku tidak mau.”

Dia mendekat sedikit.

“Pikirkan lagi.”

“Aku tidak akan berubah pikiran.”

Sunyi.

Lalu—

Senyum tipis itu muncul lagi.

“Menarik.”

Aku mengerutkan kening.

Apa lagi sekarang?

“Baru kali ini,” katanya pelan, “ada yang menolak saya.”

Jantungku berdetak lebih cepat.

Bukan karena takut.

Tapi karena… sesuatu yang tidak bisa kujelaskan.

*

 Malam di Griya Tawang… terlalu sunyi.

Aku berdiri di depan jendela besar. Kota di bawah berkilau seperti sesuatu yang tidak bisa kugapai.

“Lo belum tidur?”

Aku menoleh.

Levi bersandar di pintu, membawa dua gelas.

Lihat selengkapnya