Malam hari begitu dingin.
Rasanya bak berada di tengah gundukan salju di tengah tengah gurun kutub selatan. Andai saja dirinya adalah penguin, mungkin ia bisa menikmati semua kedinginan ini. Namun nyatanya tidak.
Ia hanyalah seorang manusia yang tak tahu malu dan tak tahu diri. Dasar Abimanyu. Membawa malu saja hidupmu ini. Tak lelahkah dirimu terus menghirup dan melepas napas yang terbuang sia-sia itu? Tak tahu dirikah dengan dirimu yang begitu sia-sia berjalan tiap kali hendak keluar kamar kos? Tak... tak.... Ia kehilangan kata-kata.
Ia tak pandai bercerita. Ia hanya mau menulis saja. Sungguh Abimanyu yang malang. Akankah ada secercah harapan buatnya? Setelah berpuluh-puluh kali dia menyiksa, mengkhianati, melukai banyak orang, termasuk dirinya sendiri?
Apakah Abimanyu merasa demikian?