1121681

Delta
Chapter #26

14-163 E

Hanya beberapa meter dari kamar mandi tersebut, nampak sebuah sumur tua yang ditutupi oleh kayu dan akar dari pohon beringin tua itu menjuntai panjang kebawah.

Mereka menggunakan kamar mandi tersebut secara bergantian, Radin menunggu gilirannya sambil menghisap sebatang rokok sementara Kiki masih membersihkan dirinya di dalam.

Sekitar sepuluh menit kemudian, Kiki keluar dari dalam kamar mandi dan mengamati sumur tua tersebut karena merasa penasaran.

Kiki berjalan menghampiri sumur tersebut dan mencoba membuka penutup kayu diatasnya.

Kriiiiiit. Tutup kayu dibuka oleh Kiki.

Ia tak menemukan hal aneh didalam sumur tua tersebut, lalu tiba-tiba sebuah tangan memegang pundaknya.

Kiki yang ketakutan hanya bisa diam membatu.

“Ngapain lu? Balik ayo," ajak Radin yang berdiri dibelakangnya.

“Asu, lu ngagetin gua aja," umpat Kiki kepadanya.

Mereka berdua berjalan kembali menuju penginapan dimana temannya sudah menunggu karena jam makan malam sudah tiba.

Saat mereka berdua berjalan menjauh, rokok yang Radin buang masih menyala dan tertiup oleh angin hingga membakar beberapa ranting kering.

Namun tiba-tiba saja angin kencang berhembus seolah-olah memadamkan bara api tersebut.

Sepasang mata berwarna merah menyala mengamati mereka berdua dari balik gelapnya pohon beringin tua tersebut.

Mereka berkumpul di ruang makan dengan hidangan laut yang tersedia diatas meja, dan berlomba mengambilnya karena tidak ingin kehabisan.

Agus mengambil beberapa cumi dan ikan kakap serta lobster, sementara Radin berebut dengan Jack karena ia harus mengamankan hidangan untuk dirinya sendiri dan Rose.

Sementara Kiki saling menatap satu sama lain dengan Laras karena kepiting yang tersedia hanya dua buah saja, tangan Laras menggapai terlebih dahulu kepiting tersebut, dan Kiki menepuknya.

Laras yang tidak mau kalah, menancapkan garpunya pada bagian tubuh kepiting tersebut.

Laras menatapnya dengan sangat intens, mencoba mengintimidasinya.

Namun Kiki yang tidak mau kehilangan kepiting tersebut, memberikan perlawanan dengan menatap balik padanya. "Damai?" tanya Kiki kepada Laras.

"Damai," tukas Laras seaya mengankat garpunya.

Karena mereka berdua sama-sama bersikukuh, akhirnya mereka berdamai dan membaginya dengan Adil.

Alpha mengambil ikan serta kepiting yang berada diatas meja, memberikan jatahnya dan menaruhnya diatas piring milik Putri.

“Kamu gak makan?” tanya Putri kepada Alpha.

“Nanti aja, ngupas ini dulu buat Mbak,” jawab Alpha sambil mematahkan capit kepiting.

Ia menyuruh Putri untuk makan terlebih dahulu sementara dirinya masih mengeluarkan daging kepiting dari cangkangnya, sambil mengamati Putri yang makan dengan lahapnya.

Seusai makan, mereka berkumpul di teras belakang sambil menikmati angin laut yang menyegarkan.

Sementara Alpha berjalan ke dapur, membuka rak dan menemukan beberapa bungkus mie instan didalamnya.

Ia mengeluarkan satu bungkus mie instan lalu menyalakan kompor dan menempatkan panci berisikan air diatasnya.

Lihat selengkapnya