1121681

Delta
Chapter #42

1-9-1415 A

SRIIIIIT, KRIIIIT, BRUK, BRAK …. Suara sepeda motor terjatuh dan menghantam trotoar.

Alpha terguling karena mengerem mendadak dan meluncur diatas aspal bersama sepeda motornya dengan posisi kaki tertindih menghantam trotoar sangat keras ditengah hujan yang deras mengguyur.

Ini kali ketiga baginya mengalami kecelakaan sepeda motor.

Deg … deg … deg …. Bunyi detak jantung Alpha.

Ia terbaring tak sadarkan diri dan alat vital tubuhnya mulai melemah, terdengar suara orang sedang berbicara namun samar-samar karena ia tak bisa mendengar dengan jelas.

“Tol …," suara seorang wanita berteriak.

Setelah beberapa saat ia kembali siuman dan sedikit mengangkat sepeda motornya untuk mengeluarkan kakinya yang tertindih, ia menarik keluar kakinya.

Alpha duduk diatas trotoar bersebelahan dengan sepeda motornya dan meluruskan kedua kakinya sambil melihat sekitarnya.

“Bangsat!” umpat Alpha sambil mengeluarkan handphone dari saku celananya.

Retakan di handphonenya bertambah banyak kerena kecelakaan tersebut.

Wanita yang menyebrang tadi menghampirinya dengan perasaan khawatir.

“Ma-aas, gak apa-apa?” tanya wanita itu padanya.

Wanita tersebut merasa takut dan khawatir karena kecelakaan itu disebabkan olehnya yang menyebrang jalan tanpa melihat sekitar terlebih dahulu.

“Gua gak apa-apa, lu ada yang luka gak?” jawab Alpha bertanya balik padanya.

“Sa-aaya gak apa-apa,” ucapnya dengan gugup.

“Tunggu sebentar.”

Alpha menatap layar handphonenya dan mencari nama Radin dalam daftar kontaknya, kemudian meneleponnya dan mengaktifkan loudspeaker karena ia masih mengenakan helm.

Tut- tut- tut, krek. Bunyi panggilan terhubung.

Radin memngangkat panggilan tersebut.

“Lu kemari, gua kecelakaan di pertigaan arah rumah Agus,” tukas Alpha kepada Radin.

“Oke, gua kesana sekarang,” ucap Radin mematikan panggilan telepon tersebut.

Radin yang sedang berada di basecamp memberitahu Kiki dan Agus jika Alpha mengalami kecelakaan, mereka berangkat menuju lokasi dimana Alpha berada sekarang.

Mereka bertiga mengendarai sepeda motornya ditengah hujan deras hingga tiba di lokasi dan berjalan mendekati Alpha.

Alpha yang melihat mereka bertiga sudah datang, langsung berdiri dan menghapirinya. “Lu telepon Jack suruh bawa pick up buat angkut motor," perintah Alpha kepada Agus.

“Okay,” ucap Agus mengambil handphone dan menelepon Jack.

“Lu dimari temenin Agus,” tegas Alpha menunjuk Radin.

“Siap.”

“Lu ikut gua," perintah Alpha kepada wanita tadi.

“I-iiya."

Lihat selengkapnya