1121681

Delta
Chapter #50

1-9-1415 I

Siswi tersebut melihat Alpha yang berdiri di depan pintu. "Kakak sakit juga? Kalau sakit tunggu petugas PMR yang piket aja, nanti di kasih obat kok,” tanya Siswi tersebut kepadanya.

Alpha tidak menjawab pertanyaannya dan berjalan menuju kasur yang berada disebelahnya, sembari membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.

Sekitar sepuluh menit kemudian datanglah seorang petugas PMR membawakan sebuah teh manis hangat untuk wanita yang tertidur disebelahnya.

Petugas PMR tersebut membangunkan wanita tadi dengan memanggil namanya, kemudian memberikan sebuah obat pereda sakit kepala kepadanya dan menyuruhnya untuk segera meminum obat itu.

Tatapan si petugas PMR beralih kepada Alpha yang sedang tertidur dengan sangat tajam sampai-sampai jika ia menelan ludah pun pasti dia mengetahuinya.

Lia membentaknya karena geram melihatnya yang terus-terusan menumpang tidur di ruangan tersebut, "Alpha! Ngapain lagi kamu masuk kesini? Bukannya masuk kelas malah numpang tidur lagi disini.”

"Gua juga sakit tahu, kenapa setiap gua kesini selalu saja dianggap numpang tidur dan terus-terusan diusir?" tanya Alpha dengan kesal karena selalu diusir jika datang ke ruangan PMR.

"Kamu kalau kesini juga bukan sakit benerankan, kamu cuman numpang tidur! Lagian kalau kamu beneran sakit kok bisa sih ngomong dengan keras kayak gini?"

"Namanya juga orang marah, pasti ngomong dengan keraslah, siapa juga yang gak marah kalau di bentak-bentak?!" tanya Alpha dengan urat leher yang menonjol.

"Udah sekarang kita tes aja pake termometer, kamu beneran sakit gak, Gimana?" ajak Lia untuk membuktikkannya.

"Okelah,” tegas Alpha dengan percaya diri dan keringat yang mengucur dari dahinya dengan gugup karena takut ketahuan berbohong.

Saat Lia hendak mengecek suhu tubuhnya, suara wanita yang tadi tertidur di kasur sebelahnya memecah pertikaian yang terjadi.

“Udah jangan ribut lagi kak, kalau emang dia beneran sakit, gak apa-apa kan kalau tiduran disini.”

Setelah wanita tadi berhenti bicara, Alpha langsung kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur yang empuk.

Kemudian memalingkan pandangannya ke arah Lia tadi dengan sedikit memberikan senyuman licik padanya, wajah muram dan tak mau kalah pun nampak diperlihatkan olehnya.

Tapi Alpha sudah menang telak atas apa yang terjadi, akhirnya ia bisa tertidur dengan pulas ditempat paling aman di sekolah karena hanya ruang UKS lah yang sering luput dari pantauan para guru.

Seminggu setelah kejadian di UKS, Alpha mulai mencari tahu tentang siapa wanita yang saat itu terbaring dengan lemah di ruang tersebut.

Ia mencoba menanyai semua teman yang dikenalnya, sampai pada akhirnya ia tahu nama wanita tersebut.

Namanya adalah Tiara, temannya bercerita banyak hal mengenainya karena dia masih teman sekelasnya.

Lihat selengkapnya