12 Jam Di Jakarta

Ahmad Barnash
Chapter #4

Bab 4 — Makan Siang & Rahasia Pertama

Aroma khas ikan goreng dan sambal terasi yang membakar hidung menyambut kami begitu kami duduk di bawah tenda warung pecel lele daerah Senen. Suara bising knalpot mikrolet dan klakson motor yang bersahutan di luar sana entah kenapa nggak lagi terasa mengganggu. Di atas meja kayu yang dilapisi spanduk iklan bekas, dua gelas es teh manis yang sudah mulai mencair jadi pembatas di antara kami.

Ini pertama kalinya dari tadi pagi kami benar-benar diam tanpa merasa canggung. Gue sibuk memperhatikan bulir-bulir air yang menetes di pinggiran gelas, sementara Bram sibuk mematahkan ujung sendok plastik dengan ibu jarinya, kelihatan larut dalam pikirannya sendiri.

"Sar," panggil Bram pelan, memecah keheningan. "Gue boleh nanya?"

"Apa?" Gue mendongak, menatap matanya.

Lihat selengkapnya