12 Jam Di Jakarta

Ahmad Barnash
Chapter #5

Bab 5 — Danau & Pertanyaan yang Salah

Situ Lembang, Menteng, jam setengah empat sore. Tempat ini magis banget. Kontras total sama kegilaan Pasar Tanah Abang yang kami datangi siang tadi. Di sini, Jakarta mendadak jadi sunyi. Hanya ada suara angin sepoi-sepoi yang menggoyang dahan pohon-pohon tua, riak air danau yang tenang, dan beberapa orang yang duduk santai di hamparan rumput hijau.

Gue duduk di bangku taman sambil meluruskan kaki. Untuk pertama kalinya sejak matahari terbit, gue menyadari satu hal yang bikin jantung gue mencelos: gue lagi menikmati hari ini. Gue nyaman duduk di sebelah Bram. Gue suka cara dia tertawa. Dan kenyataan itu langsung bikin gue didera rasa takut yang luar biasa. Sari, lo bakal pergi besok. Lo nggak boleh punya alasan buat rindu, bisik sebuah suara di dalam kepala gue.

"Sar," Bram yang duduk di sebelah gue memecah keheningan lagi. Dia menatap lurus ke arah danau. "Kalau lo bisa milih... lo sebenarnya mau tetap tinggal di Jakarta nggak?"

Pertanyaan itu simpel, tapi efeknya kayak bom yang meledak di kepala gue.

Lihat selengkapnya