12 Ways To Die

Wangi Gitaswara
Chapter #1

The Life Between Lives

ALARA

12 Maret 2026

Alara sering bermimpi tentang air.

Malam itu, ia berdiri di tengah sebuah ruangan yang luas. Jendela-jendelanya terbuka menghadap laut, tetapi tidak ada suara ombak. Hanya air yang bergerak perlahan di kejauhan, berkilau di bawah cahaya pucat.

Di dalam air itu ada dua ikan.

Keduanya berenang berlawanan arah, membentuk lingkaran yang tidak pernah selesai. Setiap kali hampir bertemu, mereka kembali menjauh, lalu mengitari ruang yang sama.

Alara tidak tahu mengapa ia selalu melihat mereka.

Ia juga tidak tahu mengapa setiap kali melihatnya, ia merasa sedih.

Malam itu, untuk pertama kalinya, salah satu ikan berhenti.

Ia menghadap Alara.

Kemudian ikan itu berenang mendekat sampai berada tepat di depan wajahnya.

Alara mengulurkan tangan.

Sebelum sempat menyentuhnya, ia terbangun.

Kamar masih gelap.

Napasnya sedikit berat. Ia duduk di tepi tempat tidur dan mencoba mengingat mimpi tadi, tetapi seperti biasa, sebagian besar sudah menghilang.

Hanya dua ikan itu yang tersisa dalam ingatannya.

Dan perasaan aneh bahwa salah satunya sedang mencoba membawanya ke suatu tempat.

Sore harinya, Alara duduk di ruang praktik bersama Kai, salah satu klien yang sudah beberapa kali menemuinya.

Lelaki itu sedang membicarakan mimpi yang belakangan sering mengganggu tidurnya. Tidak ada sesuatu yang terlalu dramatis dalam ceritanya. Ia hanya merasa beberapa tempat yang muncul dalam mimpinya terasa terlalu familiar, padahal ia yakin belum pernah mengunjunginya.

“Psikolog biasanya bilang mimpi itu cuma hasil pikiran kita, kan?”

“Tidak sesederhana itu.”

“Jadi menurut kamu mimpi bisa berarti sesuatu?”

“Bisa. Tapi bukan berarti setiap mimpi adalah pesan.”

Lihat selengkapnya