FREYA - The Believer
Freya percaya bahwa angka tidak pernah berbohong.
Sebagai seorang akuntan, ia terbiasa hidup dengan sesuatu yang jelas. Saldo harus seimbang, pengeluaran harus memiliki bukti, dan setiap angka yang tidak cocok berarti ada sesuatu yang perlu ditemukan. Ia menyukai kepastian itu.
Mungkin karena di luar pekerjaannya, hampir tidak ada yang terasa pasti.
Freya mulai mengenal astrologi ketika berusia dua puluh tahun. Awalnya hanya karena rasa ingin tahu. Ia membaca horoskop sebelum tidur, mengikuti beberapa akun astrologi, lalu sesekali menghitung kecocokan zodiak dengan orang yang sedang disukainya.
Namun kebiasaan kecil itu perlahan tumbuh menjadi kebutuhan.
Ia mulai menyimpan kalender lunar di meja kerjanya, mencatat pergerakan planet, mengetahui kapan Mercury retrograde dimulai, dan memiliki buku khusus untuk menuliskan tanggal-tanggal yang menurutnya penting.
Di halaman pertama buku itu tertulis besar-besar:
LEO.
Zodiaknya.
Freya menyukai gagasan bahwa sebagian dirinya dapat dijelaskan oleh sesuatu yang sudah ada bahkan sebelum ia lahir.
Ia keras kepala karena Leo.
Mudah cemburu karena Leo.
Membutuhkan perhatian karena Leo.
Mencintai dengan berlebihan karena Leo.
Semua kelemahan yang seharusnya ia hadapi perlahan berubah menjadi sesuatu yang menurutnya memang sudah ditentukan.
Sampai Kairo datang ke hidupnya.
Mereka bertemu melalui seorang teman. Kairo tidak percaya astrologi. Bahkan ketika Freya mencoba menjelaskan natal chart kepadanya, ia hanya mendengarkan dengan wajah sabar sebelum berkata,
“Jadi semua masalahku karena planet?”
“Bukan semua.”
“Sebagian?”
Freya tertawa.
“Entahlah.”
“Aku lebih percaya kamu daripada planet.”
Freya mengingat kalimat itu lama setelah malam tersebut berakhir.
Hubungan mereka berjalan baik. Kairo tidak pernah memaksa Freya meninggalkan astrologi. Ia hanya tidak membiarkannya menentukan segala sesuatu.
Ketika Freya membatalkan makan malam karena menurut perhitungannya hari itu tidak baik untuk Leo, Kairo hanya berkata, “Kalau begitu aku makan sendiri.”
Ketika Freya menunda perjalanan karena Mercury retrograde, Kairo tetap pergi dan pulang membawa oleh-oleh.
Ia tidak mengejek.
Ia hanya tidak ikut percaya.
Selama beberapa tahun, perbedaan itu tidak menjadi masalah.
Sampai suatu pagi Freya membaca sebuah ramalan.
Leo akan menghadapi pengkhianatan dari seseorang yang paling dipercaya.
Tidak ada nama.
Tidak ada penjelasan.
Hanya satu kalimat.
Freya mencoba melupakannya.
Namun ketika Kairo mulai pulang terlambat beberapa hari kemudian, kalimat itu kembali muncul di kepalanya.
“Kamu dari mana?”
“Dari kantor.”
“Dengan siapa?”
Kairo menatapnya.
“Dengan tim.”
Freya mengangguk.
Ia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Malam itu ia membuka aplikasi astrologinya.
Ramalan baru muncul.
Jangan abaikan perubahan kecil dalam perilaku seseorang.
Sejak saat itu, Freya mulai memperhatikan Kairo.
Bukan karena ia menemukan sesuatu.
Justru karena ia tidak menemukan apa pun.
Setiap keterlambatan menjadi tanda. Setiap pesan yang dibalas singkat menjadi tanda. Bahkan ketika Kairo hanya terlihat lelah, Freya mulai bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang disembunyikannya.
Ia mulai mencatat.
Jam Kairo pulang.
Hari ketika Kairo terlihat berbeda.
Nama-nama rekan kerjanya.
Tanggal pertengkaran mereka.
Kemudian ia mencocokkannya dengan posisi planet.
Ia menemukan pola.
Tentu saja ia menemukan pola.
Jika seseorang mencari cukup lama, hampir semua hal akan terlihat seperti pola.
Kairo akhirnya menyadarinya.
“Kamu mencatat aku?”
Freya menutup buku.
“Tidak.”
“Aku lihat namaku.”
“Itu cuma catatan.”
“Untuk apa?”
Freya tidak menjawab.
Kairo duduk di hadapannya.
“Freya, kamu sedang mencari sesuatu yang sebenarnya tidak ada.”
“Bagaimana kamu tahu?”
“Karena aku ada di sini.”
Freya menangis.
“Aku hanya ingin tahu apa yang akan terjadi.”
Kairo menghela napas.
“Kamu tidak sedang mencari tahu masa depan.”
“Lalu?”
“Kamu sedang mencari alasan untuk takut.”
Kalimat itu membuat Freya terdiam.
Namun alih-alih melepaskan astrologi, ia mencari seseorang yang dianggap lebih mampu membaca masa depannya.
Namanya Adrian.
Ia menemukan Adrian melalui sebuah forum daring. Banyak orang mengatakan bahwa Adrian mampu membaca natal chart dengan sangat akurat.
Pertemuan pertama mereka berlangsung hampir dua jam.
Adrian membaca tanggal lahir Freya tanpa banyak bertanya.
“Kamu sedang takut kehilangan seseorang,” katanya.
Freya menatapnya.
“Bagaimana kamu tahu?”