168 Jam

Kal Q Fawzie
Chapter #7

Kontrakan Asti

Malamnya, kontrakan Asti terasa jauh lebih hangat daripada kamar kos Raya yang sunyi.


Tempat tinggal Asti tidak besar, namun segalanya tertata dengan sangat rapi. Di salah satu dinding ruang tengah, berderet beberapa bingkai foto masa kecil Asti hingga penampilannya yang sekarang, menunjukkan transisi waktu yang terekam jelas.


Di dapur mini yang menyatu dengan ruang tengah, Asti terlihat begitu cekatan. Jemarinya lincah memotong sayur dan mengaduk masakan di atas kompor. Aroma bumbu tumisan yang gurih langsung memenuhi ruangan.


Tiga ekor kucing dengan warna bulu berbeda tampak mengekor di belakang kaki Asti, sesekali mengeong manja menagih jatah makan malam mereka.


Raya yang duduk di karpet bulu memperhatikan pemandangan itu dengan takjub. "Mbak Asti memangnya tinggal sendiri di sini?"


Asti menoleh sebentar, lalu terkekeh sambil menunjuk ke arah lantai dengan sodetnya. "Berempat, Ray. Tuh, sama mereka."


Raya spontan tersenyum geli melihat tingkah tiga kucing yang langsung mendongak begitu ditunjuk pemiliknya. Ia beranjak berdiri, hendak mendekati kerumunan berbulu itu untuk mengelus salah satunya.


"Jangan dideketin dulu, Ray," cegah Asti ramah, tangannya masih sibuk mengaduk wajan. "Kalau mereka udah keenakan dielus, nanti gak bisa lepas dan bakal terus ngikutin kamu. Mendingan kita makan dulu aja, udah mateng nih."


Raya mengurungkan niatnya, lalu berjalan mendekat ke arah kompor. "Ada yang bisa Raya bantu, Mbak? Sini Raya pindahin masakannya ke mangkuk."

Lihat selengkapnya