168 Jam

Kal Q Fawzie
Chapter #12

Mengerjakan tugas

Sesampainya di kosannya, Raya langsung membersihkan diri. Air dingin yang membasahi wajah dan tengkuknya sedikit mengusir lelah yang menumpuk sejak pagi.


Namun setelah pintu kamar kembali tertutup dan keheningan mengambil alih ruangan kecil itu, rasa penat yang tersisa seolah kembali duduk di bahunya.


Raya berjalan menuju meja rias kecil di sudut kamar.


Ponselnya diletakkan di samping buku tulis yang sudah terbuka. Jemarinya lalu meraih kotak makanan plastik yang tadi diberikan Asti sebelum pulang kantor.


Ia membuka tutupnya perlahan.


Di dalamnya tersusun beberapa kukis berbentuk bulat dengan warna keemasan yang rapi.

Raya mengambil satu.

Kriuk.

Suara renyah itu terdengar pelan saat ia menggigit bagian pinggirnya.

Tidak terlalu manis.

Dan entah kenapa terasa pas.

Sambil mengunyah pelan, Raya membuka foto soal matematika yang dikirim Edo.


Beberapa menit kemudian, meja riasnya sudah dipenuhi coretan angka dan rumus.

Ujung pulpennya bergerak cepat di atas kertas.


Sesekali ia berhenti untuk menghitung ulang.


Lalu kembali menulis.

Tenggelam dalam deretan angka ternyata cukup membantu mengalihkan pikirannya dari hal-hal lain yang tidak ingin ia pikirkan malam itu.


Kring...

Ponselnya yang tergeletak di samping buku mendadak menyala.

Nama Asti muncul di layar.

Raya segera mengangkat panggilan video itu.


Belum sempat ia menyapa, wajah Asti sudah memenuhi layar.


"Kamu lagi apa, anak pendiam?" tanyanya dengan tatapan menyelidik.

Raya menatap layar sebentar.


"Ngerjain tugas."

Lihat selengkapnya