168 Jam

Kal Q Fawzie
Chapter #16

Pacarku, Raya

Dari kejauhan, Raya hanya bisa memperhatikan dari kursinya.

Edo tampak mendekat sambil mengangkat satu tangan, memamerkan senyum lebar yang dipaksakan. Namun, wanita berhelm itu justru membalasnya dengan hentakan kaki. Berkali-kali Edo menangkupkan kedua tangan di depan dada, membungkuk meminta maaf, tetapi wanita itu malah membuang muka, berkacak pinggang, dan sesekali menepis jarak di antara mereka.

Sampai akhirnya, bahu Edo merosot pasrah.

Mereka berdua terlibat percakapan panjang di dekat area parkir. Sesekali Edo memasang gestur tangan menenangkan, mencoba meredam suasana. Namun, semakin Edo meminta maaf dengan gestur-gesturnya, emosi wanita itu justru terlihat semakin menjadi-jadi.

Hingga akhirnya, Edo tampak pasrah dan menuntun wanita itu berjalan mendekati meja Raya. Dari jarak beberapa meter, mata Edo bergerak cepat, memasang kode keras kepada Raya dengan kedipan mata yang berulang kali—sebuah isyarat darurat yang membuat Raya menaikkan kedua alisnya bingung.

Edo berhenti tepat di depan meja, disusul oleh wanita di sampingnya. Dari dekat, Raya baru bisa melihat dengan jelas bahwa wanita itu sebenarnya sangat cantik, namun matanya tampak sembab dan memerah, menahan sisa tangis.

Tanpa permisi atau aba-aba, Edo menatap wanita itu lalu melirik Raya dengan santai, seolah tidak terjadi apa-apa.

"Kenalin, Fen... ini pacar aku. Namanya Raya."

Lihat selengkapnya