168 Jam

Kal Q Fawzie
Chapter #30

Ultraman Sinaga

Mereka terus melaju dengan ritme konstan, hingga akhirnya motor itu membelok memasuki sebuah area perumahan mewah yang asri dan sepi. Motor kemudian berhenti tepat di depan gerbang pos penjagaan yang dijaga ketat.


Seorang petugas security berbadan tegap melangkah keluar dari pos, menghentikan motor mereka, lalu meminta tanda pengenal sesuai prosedur kelayakan tamu.


"Selamat siang. Maaf, mau ke rumah siapa? Tolong titip KTP-nya dulu ya, Mas," ucap security itu dengan tegas namun sopan.


Si ojol skena mengangguk paham. Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan selembar kartu identitas, lalu menyerahkannya kepada petugas. Petugas security itu menerima KTP tersebut, lalu menunduk untuk memperhatikan deretan teks di atas kartu plastik itu.


Sedetik. Dua detik.


Gerakan mata si petugas mendadak berhenti. Ia menatap KTP itu lekat-lekat, lalu sedetik kemudian pandangannya beralih ke atas—menatap lurus ke arah rambut mohak tegak di kepala si abang ojol yang memang mirip Ultraman.


Tangan si petugas security perlahan bergerak naik, menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan ekspresi wajah yang mendadak linglung dan bingung seketika.


Melihat reaksi itu, si ojol skena langsung melempar senyum lebar yang sangat ramah.


"Namanya Ultraman, Pak," ucap si abang ojol santai, mendahului kebingungan si petugas dengan logat Bataknya yang khas.

Si petugas security berkedip sekali, memastikan telinganya tidak salah dengar.

Lihat selengkapnya