Suasana di rumah Pak Bhaskoro ini sebenarnya sangat nyaman—tipe kenyamanan yang hanya bisa ditemukan di lingkungan kawasan elite. Lantainya terbuat dari marmer travertin yang dingin, mengilap bersih tanpa setitik debu pun.
Di sudut-sudut teras, berjajar tanaman hias mahal sekelas Monstera Variegata dan Philodendron yang daunnya tampak subur dan terawat. Suara gemercik air yang mengalir dari kolam koi di dekat taman samping berpadu dengan semilir angin sore, menciptakan atmosfer sejuk yang menenangkan.
Namun, semua kemewahan itu sama sekali gagal menenangkan Raya. Matanya terus melirik cemas ke arah layar ponsel yang digenggamnya.
15:24.
Angka digital itu seolah berkedip mengejeknya. Jantung Raya mulai berdegup kencang, sementara kakinya bergerak-gerak gelisah di atas lantai marmer.