168 Jam

Kal Q Fawzie
Chapter #34

Petaka Menit Ketiga Puluh

Petaka yang ditakutkan akhirnya benar-benar datang di menit ketiga puluh.


Memanfaatkan celah dari lini depan tim Gilang yang kurang hidup dan sering kehilangan bola, tim lawan langsung menyusun serangan balik yang sangat cepat. Gelandang bertahan mereka mengirim umpan lambung, melompati barisan belakang. Dua bek tim Gilang yang sudah kepayahan karena terus-menerus menahan gempuran gagal menutup ruang.


Dengan satu hentakan kuat, striker lawan melepaskan tendangan keras yang menghujam tajam ke sudut atas gawang, gagal dihalau oleh jangkauan tangan kiper.

Gol. Skor berubah, tim lawan memimpin satu kosong.


Sorakan pendukung lawan langsung bergemuruh hebat, berbanding terbalik dengan kondisi tim Gilang yang seketika diselimuti keheningan.


Kebobolan di menit-menit akhir babak pertama itu membuat Gilang benar-benar kehilangan sisa semangatnya. Ia tahu, gol itu berawal dari areanya yang kehilangan bola karena dia tidak fokus.


Gilang berdiri terpaku di tengah lapangan, menunduk lesu menatap rumput hijau di bawah sepatunya dengan perasaan kecewa dan bersalah yang makin menumpuk tinggi di dalam dada.


Lihat selengkapnya