168 Jam

Kal Q Fawzie
Chapter #38

Perjalanan Pulang

Perjalanan pulang terasa jauh lebih ringan.

Gilang berjalan dengan langkah riang di depan. Kalung penghargaan hasil kemenangannya berayun-ayun di leher, berkilau tertimpa cahaya matahari sore yang mulai meredup.


Raya mengikuti dari belakang, menenteng kantong kresek berisi baju ganti adiknya.


"Gilang, hati-hati jalannya!" seru Raya memperingatkan saat Gilang hampir saja menginjak kubangan lumpur di pinggir jalan setapak karena terlalu asyik melompat-lompat. "Jangan sampai jatuh, nanti baju gantinya kotor lagi."

Gilang tertawa kecil, meski kakinya tetap tak bisa diam.


Raya kemudian teringat sesuatu. Ia merogoh saku kemejanya, mengambil satu butir permen yang tadi sempat ia minta dari si abang ojol "Skena".


"Lang, pengen permen lagi gak? Ini permen Ultraman, kamu bisa jadi Ultraman kalau makan ini," tawar Raya sambil menahan senyum jahil.


Gilang langsung berbalik, wajahnya yang ceria tampak antusias. "Mau, Teh!"


Raya menyerahkan permen itu. Tanpa curiga sedikit pun, Gilang langsung membuka bungkusnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Raya sudah bersiap-siap di tempat, menggigit bibir bawahnya demi menahan tawa.


Benar saja. Belum ada lima detik, ekspresi wajah Gilang berubah drastis. Seluruh otot wajahnya tertarik ke bawah, matanya memicing, dan alisnya menyatu erat.


"Aseeeem, Teh!" seru Gilang dengan suara parau, berusaha menahan sensasi kecut yang meledak di lidahnya.

Lihat selengkapnya