168 Jam

Kal Q Fawzie
Chapter #42

Pulang ke Kosan

Aroma tumisan dari bungkusan makanan di tangannya sesekali menyebar ke luar, menemani langkah kaki Raya menyusuri gang yang mulai sepi.


Ia berjalan dengan langkah yang tampaknya jauh lebih ringan. Tiap kali berpapasan dengan warga sekitar yang sedang lewat atau sekadar duduk di depan teras, Raya melempar sapaan dan senyum ramah.


Di tengah perjalanan, langkahnya memelambat saat melewati minimarket dengan lampu putih terang yang sudah sangat akrab di matanya. Rasa haus dan sisa lelah seharian ini mendadak minta dituntaskan. Raya memutuskan berbelok dan melangkah masuk ke dalam.


Hawa dingin dari pendingin ruangan langsung menyambut kulitnya. Raya berjalan lurus menuju deretan etalase minuman dingin di bagian belakang.


Matanya menyapu jajaran botol dan kaleng yang berjejer rapi, hingga pandangannya turun ke label harga di sudut bawah.

Lihat selengkapnya