2 Makhluk 1 Insan Volume 1

Oleh: Naufal Khoirul Anam

Blurb

Pada zaman dahulu kala di suatu tempat, ada seekor monster tanpa nama. Terlahir di cuaca malam yang begitu dingin.

Si monster sangat menginginkan nama. Jadi dia pergi berkelana untuk mencari nama dan jati dirinya.

Tapi dunia terlalu besar sampai dia membelah dua untuk perjalanannya. Yang satu pergi ke barat dan yang lain ke timur.

Monster yang pergi ke timur menemukan desa, begitu pula monster yang pergi ke barat menemukan kota metropolitan.

Monster yang pergi ke kota, di jalan masuk ada pasar gelap beserta warga lokalnya yang ilegal masuk dari distrik kota. Ia meminta nama ke warga lokal. Mereka menjawab tak bisa memberikan nama kepada mu awalnya.

Monster tersebut menjawab lagi, "Jika kalian memberikan ku nama. Aku akan membantu dan memberikan kalian kekuatan."

Warga lokal menjawab lagi, "Benarkah? Jika kau bisa membuat kita kuat, aku akan memberikan mu nama."

Monster tersebut bersembunyi di balik bayang-bayangan pasar gelap tersebut dan beradaptasi dengan warga sekitar untuk mencari jalan keluarnya sendiri tanpa memerlukan bantuan mereka.

Si monster telah memberikan kekuatan ke warga lokal yang terasingkan dulunya sebagai bentuk ilegal menjadi legal. Si monster ini tidak ingin mendapatkan pengakuan ke siapapun, tapi di dalam dirinya terus mengatakan. "Lihatlah aku, lihatlah aku sudah tumbuh begitu besar. Ia melahap sebagian warga lokal untuk monster yang lapar dari dalam." Si monster telah menebar bibitnya ke warga lokal tersebut, setelah ia sudah capai tujuan. Monster tersebut kembali menjadi monster tanpa nama.

Si monster pergi ke kota metropolitan untuk mencari nama yang indah. Di dalam kota ada beberapa sejumlah penguasa yang sedang sakit dan penyakit tersebut turun ke anak-anaknya, ia mendekat ke salah satu anak yang sakit tersebut dan bertanya. "Jika kau memberikan ku nama, akan kuberikan kekuatan."

Lalu anak tersebut menjawab, "Jika kau bisa menyembuhkan ku, akan kuberikan." Si monster mengobati anak tersebut.

Anak itu sangat sehat, sampai ada kabar burung sampai ke telinga anak-anak penguasa lainnya. Namun itu belum sampai ke penguasa, itu cuma sekedar rumor simpang siur.

Si monster suka sekali dengan anak ini. Dia juga suka tempat tinggal anak ini. Walaupun dia begitu lapar, masih terus menahannya. Setiap hari perutnya keroncongan, tapi dia menahannya. Tapi, ia terlalu lama menahan rasa lapar kembali bergumam dalam dirinya, "Lihatlah aku. Lihatlah aku, seberapa monster yang ada di dalam ku telah tumbuh." Monster tersebut sebelum melahap ada yang disekitarnya, ia menyeleksi mencari tau latar belakang anak ini. Yang begitu mencintai ayahnya, maka dari itu ia memakan ibunya beserta simpanan lainnya untuk melampiaskan rasa lapar tersebut.

Setelah ia merasa kenyang monster tersebut memberikan sebuah janji ke anak tersebut kelak mendatang. Ia pergi ke habitat aslinya di mana dirinya terlahir.

Lalu ada salah satu penguasa yang sakit mengambil untuk memperkerjakan, memberikan ia rumah yang nyaman, dan sebuah nama yang diinginkan untuk menebarkan bibit apa yang ia telah lakukan ke para warga lokal pasar gelap. Monster tersebut belajar untuk beradaptasi dari nol, karena lingkungan nya berbeda namun ia bisa beradaptasi begitu cepat dan pergi dari genggaman tangan penguasa yang telah sakit tersebut.

Dalam perjalanannya monster tersebut terus berjalan untuk berhari-hari, berbualan dan bertahun-tahun. Suatu hari, monster itu bertemu dengan kembarannya yang masih berada di desa belahan dunia bagian timur.

"Aku punya nama, namanya juga bagus," kata monster dari kota.

Monster yang pergi ke timur bilang, "Aku tidak butuh nama. Aku bahagia tanpa nama. Kita cuma harus menerima bahwa kita monster tanpa nama."

Monster kota tersebut mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya. Di dunia ini tak membutuhkan dua monster yang berkeliaran, ia menyerahkan ke dirinya ke monster desa tersebut dan menghilang dalam kegelapan.

Lihat selengkapnya